Senin, 11 September 2017

Kuliah kerja nyata

BAB 1
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kuliah Kerja Nyata (KKN) diartikan sebagai pengintegrasian secara menyeluruh baik dibidang keahliaan atau disiplin ilmu pengetahuan untuk mengaplikasikan teori-teori yang dimiliki ke dalam sebuah wujud nyata pengabdian kepada masyarakat. KKN merupakan program yang harus diikuti semua mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan akademik, dimana pelaksanaan KKN ini merupakan proses yang sangat penting terhadap kelangsungan proses akhir masa perkuliahan sebagai salah satu persyaratan dan kelulusan mahasiswa.
Dengan wahana KKN ini,mahasiswa diharapkan dapat mengaktualisasikan disiplin ilmu yang masih dalam tataran teoritis terhadap realisasi praktis dengan bentuk pengabdian langsung kepada masyarakat, di samping penelitian yang dilakukan sebagai usaha pengembangan ilmu yang didapat sebelumnya. Selain itu, KKN juga memiliki keterampilan dalam mengatasi dan meminimalisir masalah-masalah yang terjadi di tengah masyarakat sebagai media untuk belajar membangun hubungan yang integral dalam komunitas masyarakat, sebagai obyek utama yang akan dihadapi kelak setelah menyelesaikan studi.
KKN juga sangat besar manfaatnya bagi para mahasiswa maupun masyarakat pada umumnya, dimana KKN dilaksanakan demi mendapatkan pengalaman di lapangan karena mengandung makna yang sangat penting yaitu pendidikan dan pengabdian mahasiswa yang diwujudkan dalam pengenalan dan penghayatan tentang pembangunan masyarakat serta berusaha menciptakan metode-metode pemecahan berbagai masalah dengan menggunakan kemampuan dan keterampilan yang sangat tepat terhadap situasi yang berkaitan dengan perkembangan masyarakat dalam upaya menerapkan hasil kegiatan perkuliahan yang pernah ditempuh.
Keberadaan perguruan tinggi pada hakekatnya adalah memenuhi tuntutan dinamika pembangunan dan kebutuhan masyarakat di bidang jasmani dan rohani serta mahasiswa dituntut mampu membina, mengembangkan atau menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, agama dan seni kepada masyarakat melalui salah satu darma yang harus dilaksanakan secara institusional dan professional.
Kuliah pengabdian mahasiswa ini merupakan perwujudan dari partisipasi Perguruan Tinggi dalam upaya mengembangkan dan meningkatkan pemberdayaan serta partisipasi masyarakat terhadap tuntutan kemajuan zaman melalui perkembangan IPTEK dan IMTAQ melalui mahasiswa. Dalam kegiatan ini, mahasiswa akan memiliki berbagai pengalaman, mulai dari berusaha untuk beradaptasi, bersosialisasi, dan saling membantu dalam menjalankan berbagai program kerja hingga memberikan solusi terhadap problematika yang timbul dalam internal peserta KKN maupun yang terjadi ditengah-tengah masyarakat majemuk. Oleh karena itu, sarana pengembangan akademis mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Parepare perlu mengembangkan dan meningkatkan serta melaksanakan program aksinya sebagai perwujudan dari “Tri Dharma Perguruan Tinggi” yang utuh, sehingga bisa memahami dan menghayati fenomena sosial di masyarakat secara nyata, sebagai pengembangan program dalam proses belajar dan mengajarkan kepada mahasiswa dengan salah satu program yang cukup strategis adalah melalui KKN.
KKN mahasiswa STAIN Parepare sebagai bentuk pengabdiaan ilmu pengetahuan yang dilaksanakan oleh mahasiswa dengan bimbingan dari pihak dosen, masyarakat dan pemerintah setempat. Kuliah pengabdian mahasiswa ini merupakan gemblengan multi selektif kearah pengembangan, motivasi dan persepsi, dimana mahasiswa tersebut melaksanakan pengabdiannya.
Laporan ini merupakan dokumentasi kerja siswa dalam melaksanakan KKN di Desa Ciro-ciroe Kecamatan Watang Pulu Kabupaten Sidenreng Rappang.
Dasar dan Landasan KKN
Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen.
KEPMENKOWASBANGPAN Nomor 38 Tahun 1999, tentang Kedudukan dan Tugas Dosen.
Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan.
Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 1999, tentang Pendidikan Perguruan Tinggi.
Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor 12/BAN-PT/Ak-X/S1/VI/2007, tentang Status Peringkat dan Hasil Akreditasi Program Sarjaana di Perguruan Tinggi.
Tujuan Pelaksanaaan KKN
Adapun tujuan penyelenggaraan KKN di Desa Ciro-ciroe,  Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang hendak dicapai diantaranya:
Menyamakan persepsi, sikap, dan langkah Perguruan Tinggi, Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam optimalisasi pemberdayaan KKN yang berbasis sosial budaya dan keagamaan.
Memotivasi Mahasiswa KKN guna memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Meningkatkan dan mengoptimalilsasikan koordinasi keluarga, Perguruan Tinggi, Pemerintah Daerah, Kecamatan/Desa, dan Instansi terkait lainnya.
Memberikan latihan dan bimbingan kepada mahasiswa sebagai calon guru bagi mahasiswa jurusan pendidikan dan calon konsultan hukum Islam khususnya dibidang ekonomi bagi mahasiswa jurusan syariah  sehingga diharapkan dapat menjadi guru dan konsultan hukum yang mempunyai pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang berasas Islami.
Mengembangkan ilmu sesuai dengan bidangnya, memahami teknik-teknik memecahkan masalah, dan menguji teori-teori yang telah didapat mahasiswa di bangku perkuliahan serta mengetahui watak dan pribadi masyarakat.
Merumuskan masalah yang ada dan terjadi di masyarakat di Desa Ciro-ciroe, kemudian mencari dan memberikan solusi melalui program KKN yang pada akhirnya diinventariskan melalui laporan akhir sebagai persyaratan mata kuliah.
Manfaat Pelaksanaan KKN
Sesuai dengan tujuan diatas, maka manfaat yang ingin diperoleh dari kegiatan KKN di Desa Ciro-ciroe, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang diantaranya:
Bagi Mahasiswa
Mahasiswa mampu mengkolaborasikan dan mengaplikasikan teori-teori praktis yang dimiliki serta tentang cara bermasyarakat dikaitkan dengan ilmu-ilmu yang telah dpelajari selama mengikuti materi perkuliahan di STAIN Parepare.
Memperdalam pengertian mahasiswa tentang cara berfikir dan bekerja secara interdisipliner, sehingga dapat menghayati adanya ketergantungan, keterkaitan, dan bekerja antar sector.
Menambah pengetahuan tentang cara bermasyarakat yang sesuai dengan norma- norma yang berlaku di masyarakat, baik norma tersurat maupun tersirat.
Mencari, menemukan dan berusaha turut andil dalam memecahkan masalah dengan menerapkan konsep dan teori ilmiah yang telah dimiliki secara objektif komprehensif.
Bagi STAIN Parepare
Memperoleh umpan balik sebagai hasil pengintegrasian keilmuan mahasiswanya melalui proses pembanggunan fisik maupun non fisik ditengah-tengah masyarakat dan pembenahan masyarakat, sehingga kurikulum yang disusun di Perguruan Tinggi dapat disesuaikan dengan tuntutan yang ada di masyarakat sekarang dan yang akan datang.
Memperoleh berbagai kasus yang dapat digunakan sebagai contoh dalam memberikan materi perkuliahan dan menemuka berbagai masalah untuk pengembangaan penelitian.
Mewujudkan fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi secara terpadu, selaras dan langsung kepada masyarakat.
Memantapkan program observasi pendidikan dan studi lapangan sebagai sarana belajar dan latihan pengabdian pada masyarakat dalam rangka menunjang pembangunan tepat guna.
Bagi Masyarakat dan Pemerintah
Memperoleh bantuan pemikiran dan tenaga serta ilmu, teknologi dan seni dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan yang diharapkan.
Membantu masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan pelaksanaan pembangunan dalam berbagai bidang terutama bidang pendidikan formal, non formal dan informal.
Meningkatkan kesadara masyarakat untuk aktif dan kreatif dalam pembangunan sesuai dengan program pemerintah daerah.
Masalah Utama di Lokasi KKN
Belum mengetahui peta lokasi Desa dengan baik dan jelas.
Kurangnya alat transportasi dalam menempuh jarak yang cukup jauh dari suatu tempat ke tempat lainnya.
Hampir setiap rumah masyarakat memiliki anjing sehingga menghalangi kami untuk berjalan lebih cepat.
Kurangnya partisipasi masyarakat untuk mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN.
Sulit untuk mengumpulkan masyarakat.
Lebih banyak bercanda dibanding memperhatikan pelajaran.
Minimnya waktu yang tersedia.
Kesulitan mengatur waktu.
Waktu dan Tempat Kegiatan
KKN Angkatan XX STAIN Parepare tahun 2016 dilaksanakan di Kabupaten Sidenreng Rappang mulai tanggal 11 Juli sampai dengan 24 Agustus 2016. Adapun Posko KKN Angkatan XX STAIN Parepare ditempatkan di Desa Ciro-ciroe, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang.
1.7   Sistematika Penulisan Laporan
Sistematika penulisan ini mengacu kepada acuan atau program yang disusun berdasarkan ketentuan - ketentuan yang diberikan oleh STAIN Parepare. Penulisan laporan ini menggunakan metode naratif deskriptif yaitu metode pemaparan dan menggambarkan data - data serta aspek pendukung yang sesuai dengan penelitian lapangan di tempat KKN, ditambah dengan penggunaan aspek wawancara dan profil Desa Ciro-ciroe Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Minggu, 10 September 2017

Penelitian Tindakan kelas

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pemimpin pendidikan tingkat satuan pendidikan, kepala sekolah bertanggung jawab penuh terhadap maju mundurnya sekolah yang dipimpinnya. Penelitian tindakan kelas bertujuan untuk memperbaiki suatu praktik pembelajaran di kelas, agar makin banyak diminati.
Tidak sedikit tenaga pendidik melakukan PTK dalam upaya mengembangkan profesinya. Proses belajar mengajar yang konvensional dimana kegiatan pembelajaran berpusat pada pendidik perlu mengalami perubahan, pemahaman tentang seluk beluk inovasi pembelajaran harus dikuasai oleh seorang pendidik. Dalam hal ini penguasaan materi ajar, keterampilan pengelolaan kelas, dan strategi pembelajaran menjadi unsur penting yang harus diperhatikan.
Pembelajaran harus bisa mengoptimalkan fungsi peserta didik untuk menjadi keluaran yang berkualitas, peserta didik memiliki potensi untuk berkembang dan untuk itulah pendidik sebagai pengarah potensi itu, oleh karenanya pendidik bukan berperan sebagai pengendali kegiatan peserta didik, tetapi peserta didiklah yang mengalami bagaimana ia bekerja dalam arahan pendidik.
Oleh karena itu, penulis akan mengkaji lebih detail mengenai penelitian tindakan kelas. Juga sebagai bahan pembelajaran bagi mahasiswa sebagai calon guru dan kemungkinan dalam penelitiannya mahasiswa akan memilih penelitian tindakan kelas.


Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas adapun rumusan masalah:
Bagaimana pengertian penelitian tindakan kelas?
Bagaimana tujuan, manfaat, karakteristik, prisnsip, syarat,  dan model ptk?
Bagaimana perbedaan PTK dengan model Konfensional?
Tujuan penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas adapun tujuan penelitian?
Mengetahui pengertian peneltian tindakan kelas.
Mengetahui tujuan, manfaat, karakteristik, prinsip, syarat, dan model PTK.
Mengetahui perbedaan PTK dengan model konfensional.










II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Penulisan Tindakan Kelas
Penelitian tindakan kelas merupakan salah satu penelitian yang dilakukan untuk memperbaiki keadaan kelas. Menurut Hopkins (1993) dalam Masnur Muslich (2014) bahwa:
PTK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif, yang dilakukan oleh pelaku tindakan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tindakannya dalam melaksanakan tugas dan memperdalam pemahaman terhadap kondisi dalam praktik pembelajaran.
Penelitian Tindakan Kelas juga  merupakan suatu pencermatan kegiatan belajar berupa tindakan yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam kelas secara bersama. Tindakan tersebut diberikan oleh pelaku PTK dengan arahan yang harus dilakukan oleh pembelajar atau peserta didik.
Lebih jelas Kurt Lewin (1982) dalam Esti Ismawati (2012) mengemukakan pengertian PTK dengan istilah Penelitian Kaji Tindak menurut prosesnya yaitu:
Penelitian kaji tindak terdiri atas analisis, pencarian fakta, kenseptualisasi, perencanaan tindakan, pencarian fakta lebih jauh atau evaluasi, dan pengulangan kembali siklus aktivitas ini secara keseluruhan.
Penelitian Tindakan Kelas sangat berkaitan erat dengan pembelajaran, yang menjadi permasalahan yang melatarbelakanginya adalah ketidak sesuaian antara teori pembelajaran dengan praktik, dan refleksinya dapat berupa strategi dan metode belajar, media belajar, sampai pada penilaian belajar.
Terdapat dua esensi dalam penelitian tindakan kelas, yaitu perbaikan dan keterlibatan. Hal ini mengarahkan tujuan penelitian tindakan ke dalam tiga area, yaitu, untuk memperbaiki praktik, untuk pengembangan professional dalam arti meningkatkan pemahaman/kemampuan para praktisi terhadap praktik yang dilaksanakannya, dan untuk memperbaiki keadaan atau situasi dimana praktik tersebut dilaksanakan.
2.2 Tujuan, Manfaat, Karakteristik, Prisnsip, Syarat, dan Model PTK
2.2.1 Tujuan penelitian tindakan kelas
Penelitian pendidikan pada umumnya ditujukan untuk memperoleh landasan dalam mempertimbangkan suatu prosedur kerja, khususnya prosedur pembelajaran, menjamin cara kerja yang efektif dan efisien, memperoleh fakta-fakta tentang berbagai masalah pendidikan, dan menghindarkan sesuatu yang dapat merusak, serta meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran. Secara umum penelitian tindakan kelas bertujuan:
Memperbaiki dan meningkatkan kondisi-kondisi belajar serta kualitas pembelajaran.
Meningkatkan layanan professional dalam konteks pembelaaran, khhususnya layanan kepada peserta didik sehingga tercipta layanan prima.
Memberi kesempatan kepada guru berimprovisasi dalam melakukan tindakan pembelajaran yang direncanakan secara tepat waktu dan sasarannya.
Memberi kesempatan kepada guru mengadakan kajian secara bertahap kegiatan pembelajaran yang dilakukannya sehingga tercipta perbaikan yang berkesinambungan.
Membiasakan guru mengembangkan sikap ilmiah, terbuka dan jujur dalam pembelajaran.
Tujuan ini dapat dicapai dengan cara melakukan berbagai tindakan untuk memecahkan berbagai permasalahan pembelaj aran di kelas yang selama ini dihadapi, baik disadari atau mungkin tidak disadari. Oleh karena itu, fokus penelitian tindakan kelas adalah terletak kepada tindakan-tindakan altematif yang direncanakan oleh guru, kemudian dicobakan, dan dievaluasi untuk mengetahui efektivitas tindakan-tindakan Alternative itu dalam memecahkan masalah pembelajaran yang dihadapi oleh guru.
Manfaat penelitian tindakan kelas
Manfaat PTK dapat dilihat dari dua aspek yakni aspek akademis dan aspek praktis. Aspek Akademis, manfaatnya adalah untuk membantu guru mengahasilkan pengetahuan yang shahih dan relevan bagi kelas mereka untuk memperbaiki mutu pembelajaran dalam jangka pendek. Adapun Manfaat Praktis dari pelaksanaan PTK antara lain:
Merupakan pelaksanaan inovasi pembelajaran dari bawah. Peningkatan mutu dan perbaikan proses pembelajaran yang dilakukan guru secara rutin merupakan wahana pelaksanaan inovasi pembelajaran. Oleh karena itu guru perlu mencoba untuk mengubah, mengembangkan, dan meningkatkan pendekatan, metode,maupun gaya pembelajaran sehingga dapat melahirkan suatu model pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan karakteristik kelas.
Pengembangan kurikulum di tingkat sekolah, artinya dengan guru melakukan PTK maka guru telah melakukan implementasi kurikulum dalam tataran praktis, yakni bagaimana kurikulum itu dikembangkan dan disesuaikan dnegan situasi dan kondisi, sehingga kurikulum dapat berjalan secara efektif melalui proses pembelajran yang aktif,inovatif,kreatif,efektif dan menyenangkan.
Berbagai manfaat penelitian tindakan kelas antara lain dapat dikemukakan sebagai berikut.
Mengembangkan dan melakukan inovasi pembelajaran sehingga pembelajaran yang dilakukan senantiasa tampak baru dikalangan peserta didik.
Merupakan upaya pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sesuai dengan karakteristik pembelajaran, serta situasi dan kondisi kelas.
Meningkatkan profesionalisme guru melalui upaya penelitian yang dilakukannya, sehingga pemahaman guru senantiasa meningkat, baik berkaitan dengan metode maupun isi pembelajaran.
Karakteristik penelitian tindakan kelas
Menurut IGAK Wardanai dan Kuswaya Wihardit (2014) terdapat beberapa karakteristik Penelitian Tindakan Kelas, yaitu:
Adanya masalah dalam PTK dipicu oleh munculnya kesadaran pada diri guru bahwa praktik yang dulakukannya selama ini di kelas mempunyai masalah yang perlu diselesaikan. Dengan perkataan lain, guru merasa bahwa ada sesuatu yang harus di perbaiki dalam praktik pembelajaran yang dilakukannya selama ini, dan diprakarsai dari dalam guru sendiri (an inquiry of practice from whitin), bukan oleh orang luar.
Self reflektif inquiry, atau penelitian melalui refleksi diri, merupakan ciri PTK yang paling esensial. Untuk melakukan refleksi, guru berusaha bertanya pada diri sendiri, misalnya dengan mengajukan pertanyaan berikut:
Apakah penjelasan saya terlampau cepat?
Apakah saya sudah member contoh yang baik?
Apakah saya sudah memberi kesempatan beratanya kepada siswa?
Apakah saya sudah memberi latihan yang memadai kepada siswa?
Apakah hasil latihan siswa sudah saya komentari?
Apakah bahasa yang saya gunakan dapat dipahami siswa?
Dari pertanyaan seperti di atas guru akan dapat memperkirakan penyebab dari masalah yang dihadapi dan kemudian akan mencoba mencari jalan keluar untuk memperbaiki/meningkatkan hasil belajar siswa.
Penelitian kelas dilakukan di dalam kelas, sehingga focus penelitian ini adalah kegiatan pembelajaran berupa perilaku guru dan siswa dalam melakukan interaksi;
Penelitian Kelas bertujuan untuk memperbaiki pembelajaran. Dimana perbaikan dilakukan secara bertahap dan terus menerus, selama kegiatan penelitian dilakukan. Oleh karena itu, dalam PTK dikenal adanya siklus tindakan (action) yang dilakukan berulang-ulang dalam rangka mencapai perbaikan yang diinginkan.
Prinsip penelitian tindakan kelas
Agar peneliti memperoleh informasi atau kejelasan yang lebih baik tentang penelitian tindakan kelas perlu kiranya dipahami bersama tentang prinsip-prinsip penelitian tindakan kelas:
Kegiatan nyata dalam situasi rutin
Adanya kesadaran diri untuk memperbaiki kinerja
SWOT sebagai dasar berpijak
Upaya emperis dan sistematik
Ikuti prinsip SMART dalam perencanaan.
Syarat Penelitian tindakan kelas
penelitian tindakan kelas harus tertuju atau mengenai hal-hal yang terjadi didalam pembelajaran dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.
Penelitian tindakan kelas oleh guru menuntut dilakukaknya pencermatan secara terus-menerus, objektif, dan sistematis, artinya dicatat atau direkam dengan baik sehingga diketahui dengan pasti tingkat keberhasilan yang diperoleh.
Penelitian tindakan kelas harus dilakukan sekurang-kurangnya dalam dua siklus tindakan yang berurutan.
Penelitian tindakan terjadi secara wajar, tidak mengubah aturan yang sudah ditentukan, dalam arti tidak mengubah jadwal yang berlaku.
Penelitian tindakan harus betul-betul disadari oleh pemberi maupun pelakunya sehingga pihak-pihak yang bersangkutan dapat mengemukakan kembali apa yang dilakukan.
Penelitian tindakan harus benar-benar menunjukkan adanya tindakan yang dilakukan oleh sasaran tindakan, yaitu siswa yang sedang belajar.
Model penelitian tindakan kelas
Ada beberapa ahli yang mengemukakan model penelitian tindakan dengan bagan yang berbeda namun secara garis besar terdapat empat tahapan yang lazim dilalui yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.
Perbedaan PTK dengan Konfensional

Penelitian tindakan kelas
perbedaan
konfensional

Masalah dirasakan dan dihadapi peneliti dalam melaksanakan tugasa dan pekerjaannya.
Masalah
Masalah dan pengamatan pihak lain termasuk sponsor

Melakukan perbaikan dan peningakatan atau perubahan kearah yang lebih baik
Tujuan
Menguji hipotesis,membuat generalisasi.

Langsung terlihat dan dapat dinikmati peneliti dan objek penelitiannya
Manfaat
Tidak langsung terlihat biasanya dipakai sebagai saran-saran.

Dipakai sebagai dasar memilih dan menentukan solusi tindakan
Teori
Dipakai sebagai dasar perumusan hipotesis/ pertanyaan atau penelitian.

Bersifat lebih fleksibel. Langkah kerja bersifat siklus ada empat tahapan. Analisis terjadi dalam proses setiap siklus.
Metodologi
Menuntut paradigma penelitian yang jelas. Analisis dilakukan setelah data terkumpul,khususnya dalam penelitian kuantitatif.








III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Penelitian Tindakan Kelas sangat berkaitan erat dengan pembelajaran, yang menjadi permasalahan yang melatarbelakanginya adalah ketidak sesuaian antara teori pembelajaran dengan praktik, dan refleksinya dapat berupa strategi dan metode belajar, media belajar, sampai pada penilaian belajar.
Manfaat PTK dapat dilihat dari dua aspek yakni aspek akademis dan aspek praktis. Sehingga tujuan dapat dicapai dengan cara melakukan berbagai tindakan untuk memecahkan berbagai permasalahan pembelaj aran di kelas yang selama ini dihadapi, baik disadari atau mungkin tidak disadari. Oleh karena itu, fokus penelitian tindakan kelas adalah terletak kepada tindakan-tindakan altematif yang direncanakan oleh guru, kemudian dicobakan, dan dievaluasi untuk mengetahui efektivitas tindakan-tindakan Alternative itu dalam memecahkan masalah pembelajaran yang dihadapi oleh guru.






DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi, et. al., 2012. Penelitian Tindakan Kelas. Cet. 11; Jakarta: Bumi Aksara.
Ismawati, Esti. 2012. Metode Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra. Cet. 4; Yogyakarta: Ombak.
Muslich, Masnur. 2014. Melaksanakan PTK Penelitian Tindakan Kelas Itu Mudah. Cet. 8; Jakarta: Bumi Aksara.
Trianto. 2010.  Pengantar Penelitian Pendidikan Bagi Pengembangan Profesi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan. Jakarta: Kencana.
http://googleweblight.com?lite_url=https://belajarmengirfan.wordpress.com/2015/04/03karakteristik-tujuan-dan-manfaat-penelitian-tindakan-kelas.




Efektivitas penggunaan metode team quiz dalam meningkatkan perhatian pembelajaran pendidikan agama Islam peserta didik kelas V. II di SMP 3 Mattiro Bulu

i Fitry Ramadani: Efektivitas Penggunaan Metode Team Quiz dalam Meningkatkan Perhatian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Peserta Didik Kelas VII. II SMP Negeri 3 Mattiro Bulu (dibimbing oleh (Hairun Patty dan Muh. Dahlan Thalib).

Pendidik lebih banyak menggunakan metode pembelajaran yang sama dalam pembelajaran, hal ini dipandang peserta didik masih tahap awal selain itu melihat kondisi peserta didik kurang perhatian terhadap pembelajaran pendidikan agama Islam dan kegaduhan yang tercipta di dalam kelas. Metode Team Quiz adalah suatu metode actif learning yang digunakan dalam pembelajaran bertujuan menumbuhkan semangat peserta didik, lebih aktif bekerjasama dalam proses pembelajaran baik emosional maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan metode Team Quiz dalam meningkatkan perhatian pembelajaran pendidikan agama Islam peserta didik kelas VII. II di SMP Negeri 3 Mattiro Bulu.
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain one-grop pre-test post-test design. Instrumen pengumpulan data digunakan observasi, tes dan dokumentasi. Adapun teknik analisis datanya yaitu menggunakan uji t.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penggunaan metode team quiz dapat meningkatkan perhatian pembelajaran pendidikan agama Islam, (2) dengan membandingkan besarnya t yang diperoleh dalam perhitungan yang tercantum pada nilai t hitung maka diketahui bahwa t hitung lebih besar dari t tabel di mana t hitung = 1, 03896 sedangkan t tabel = 0,687. (3) dengan t hitung ≥ t tabel maka hipotesis dapat diterima dan ini berarti Efektivitas Penggunaan Metode Team Quiz dapat Meningkatkan Perhatian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Peserta Didik Kelas VII. II SMP Negeri 3 Mattiro Bulu.

Kata Kunci: Metode Team Quiz, Perhatian Pembelajaran

Sabtu, 09 September 2017

laporan program pengalaman lapangan (PPL)

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Program Pengalaman Lapangan (PPL) adalah suatu bentuk penerapan pendidikan dan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dan dilaksanakan oleh mahasiswa STAIN Parepare dalam waktu 2 bulan dengan jumlah akademik 4 SKS.
Program pelaksanaan Lapangan (PPL) merupakan bagian inti kurikuler yang dilaksanakan oleh mahasiswa calon guru atau tenaga pendidik, baik latihan maupun mengajar atau tugas kependidikan lainnya. Secara terbimbing dan terpadu sebagai persyaratan profesi keguruan.
Program ini dirancang secara khusus untuk menyiapkan mahasiswa-mahasiswi yang kompeten serta handal dalam bidangnya masing-masing. Serta dapat memiliki atau menguasai kemampuan keguruan yang terpadu secara utuh setelah nantinya mereka terjun dalam lingkungan keguruan sekaligus dapat mengemban tugas dan bertanggung jawab secara Profesional.
PPL merupakan muara dari seluruh program kependidikan yang dilakukan setelah mahasiswa calon guru dianggap sudah mendapat bekal yang memadai berbagai bidang yang berkaitan pegelolaan belajar mengajar.
Dipandang dari sudut kurikulum, PPL merupakan mata kuliah proses belajar mengajar yang dipersyaratkan dalam pendidikan prajabatan guru.
PPL sengaja dirancang untuk menyiapkan mahasiswa PPL agar memiliki atau menguasai kemampuan keguruan yang terpadu secara utuh, sehingga setelah mereka menjadi guru mereka dapat mengembangkan tugas dan tanggung jawab secara professional. Dipandang dari isi PPL adalah seperangkat komponen pelatihan prajabatan guru yang berlangsung dalam siklus teori praktek secara berlapis dan berulang pada setiap langkah yang disyaratkan dalam program latihan tersebut. Setiap langkah dalam komponen pelatihan itu selalu mengacu kepada teori yang telah dipelajari menuju kepada praktek pelaksanaan tugas.
Selain itu dalam laporan ini penulis sedikit dan sederhana tentang fenomena yang terjadi dalam pendidikan khususnya pada Madrasah Aliyah DDI Lil-Banat Parepare.
Bertitik tolak dari asumsi bahwa besarnya peranan setiap mata pelajaran, maka sadar atau tidak, maka tanggung jawab yang besar tentulah dibebankan kepada seorang pendidik baik dalam pemberian materi ajar, penggunaan metode, penyesuaian materi ajar dengan media dan metodesehingga dapat memberikan rangsangan bagi peserta didik dalam belajar, sebab keberhasilan seorang peserta didik sangat ditentukan oleh hal tersebut. Sehingga dengan alasan ini kemudian di adakan praktik pengalaman lapangan (PPL) yang tujuannya adalah bagaimana seorang mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmunya sekaligus proses pembelajaran, karena dalam kegiatan ini bukan hanya sekedar transfer ilmu saja tapi bagaimana kita mengetahui karekter peserta didik, bagaimana menentukan media dan metode yang tepat serta yang lebih penting adalah bagaimana seorang guru dapat memancing minat peserta didik hingga kelas menjadi hidup.



1.2 Ruang Lingkup
Ruang lingkup (rangkaian) dalam rangkaian Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) terdiri dari:
1.1  Pembekalan PPL dilaksanakan pada tanggal 24-55 September 2016
1.2  Pelaksanaan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) meliputi:
1.2.1        Pelepasan peserta PPL dilaksanakan pada tanggal 03 Oktober 2016.
1.2.2        Orientasi dan observasi di sekolah dalam hal ini MA DDI Lil-Banat PAREPARE pada tanggal 03-09 Oktober 2016.
1.2.3        Kegiatan praktik pembelajaran di kelas yang pelaksanaannya dilakukan beberapa kali pertemuan selama sepekan di kelas yang berbeda dan materi yangg berbeda setiap hari dalam sepekan, jadwal mengajar terlampir.
1.2.4        Penarikan peserta PPL dilaksanakan pada  05 Desember 2016.
1.2.5        Kegiatan administrasi sekolah dan bimbingan siswa.
1.3  Kegiatan penyusunan laporan PPL sampai dengan tanggal 07 Desember 2016.







BAB II
TUJUAN, SIGNIFIKANSI DAN INDIKATOR KEBERHASILAN  KEGIATAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)
2.1  TUJUAN PELAKSANAAN PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)
PPL bertujuan memberikan pengalaman nyata di lapangan kepada mahasiswa sehingga terbentuk menjadi tenaga kependidikan yang profesional, yaitu tenaga kepandidikan yang memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang diperlukan bagi profesinya serta mampu menerapkannya dalam penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran. Dalam hal ini, PPL akan melatih mahasiswa PPL agar memiliki memperagakan kinerja dalam situasi nyata, baik dalam kegiatan mengajar maupun dalam tugas-tugas lainnya PPL memberikan peluang secara bertahap kepada mahasiswa PPL untuk melaksanakan tanggung jawab dalam merencanakan dan menyelenggarakan kegiatan pembalajan dan tugas-tugas keguruan lainnya di sekolah.
Tujuan Pelaksanaan Pengalaman Lapangan (PPL) dapat di bagi menjadi dua bagian yaitu:
2.1.1        TUJUAN UMUM
Praktek pengalaman lapangan (PPL) bertujuan untuk mendapatkan secara faktual di lapangan sebagai wahana terbentuknya tenaga kependidikan yang memiliki seperangkat pegetahuan, nilai dan sikap yang diperlukan bagi profesinya, serta mampu menerapkannya dalam penyelenggaraan kependidikan dan pengajaran baik di sekolah maupun di luar sekolah.


2.1.2        TUJUAN KHUSUS
Sebagai salah satu persyaratan akademik yang harus di penuhi oleh semua Mahasiswa khususnya dalam bidang keguruan.
2.1.2.1  Mengembangkan kemampuan untuk menilai diri yaitu dengan aktif dalam menghadapi masalah-masalah yang ada di kelas selama dalam proses belajar mengajar.
2.1.2.2  Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa tentang anak didik, dan kesempatan untuk memanfaatkan pengetahuan tersebut dalam pembelajaran dan pengelolahan pembelajaran.
2.1.2.3  Memberikan kesempatan kepada mahasiswa calon guru untuk mengenali dan menghargai kepribadian individual siswa, serta tanggap terhadap antar individu.
2.1.2.4  Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan pada kampus yang telah ditempati.
2.1.2.5  Mengenal secara umum lingkungan fisik, sosial, administrasi dan akademik sekolah tempat pengabdian kelak.
2.2 KEGUNAAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)
Kegunaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) pada umumnya untuk memberikan bekal pengalaman bagi mahasiswa dalam  proses belajar mengajar serta sebagai titik awal untuk melangkahkan kaki setelah kita memasuki dunia pendidikan. Proses ini juga memegang peranan penting dalam pembentukan sikap seorang yang nantinya menjadi tenaga pengajar untuk mampu melaksanakan tugasnya secara professional dan bertanggung jawab.
Selain itu keguanaan yang diharapkan dengan adanya Program Pengalaman Lapangan ini adalah sebagai berikut:
2.2.1        Bagi mahasiswa, menjadi kesempatan untuk melatih pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan atau praktek mengajar dengan bimbingan guru pamong yang telah ditentukan. Dapat memperoleh pengalaman praktek di lapangan tentang hal-hal yang berhubungan dengan tugas-tugas guru seperti disiplin waktu, kode etik berpakaian, persiapan mengajar dalam membuat skenario pembelajaran, menguasai materi, dan metode dalam proses belajar mengajar.
2.2.2        Bagi guru, akan meningkatkan kualitas guru karena melalui program PPL guru dapat memberikan bimbingan kepada mahasiswa yang merupakan generasi pelanjut pengembang pendidikan.
2.2.3        Bagi sekolah,  melalui program PPL terjalin kerja sama yang baik antara pihak sekolah dengan pihak Perguruan Tinggi.
2.3      INDIKATOR KEBERHASILAN
2.3.1   Mahasiswa mampu membagi ilmu yang telah diperoleh kepada para peserta didik yang membutuhkan.
2.3.2   Mahasiswa mampu menjadi contoh yang baik sebagai calon pendidik kepada para anak didiknya kelak.
2.3.3   Melahirkan pribadi yang memiliki pengetahuan, keterampilan, bertanggung jawab dan sikap yang diperlukan dalam pembentukan profesi guru Pendidikan Agama Islam, guru Pendidikan Bahasa Arab, dan Pendidikan Bahasa Inggris.
BAB III
PELAKSANAAN PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)

Pelaksanaan Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang dilaksanakan oleh Jurusan Tarbiyah STAIN Parepare yang berlokasikan di MA DDI LIL-BANAT PAREPARE yang merupakan bagian dari Pondok Pesantren Ujung Lare dimulai pada tanggal 03 Oktober 2016. Berikut ini akan dipaparkan beberapa komponen yang terkait dengan pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan mulai dari situasi umum lokasi kegiatan hingga pada situasi waktu pelaksanaan kegiatan PPL ini.
3.1  SITUASI UMUM MA DDI LIL-BANAT PAREPARE
Sebagaimana telah dijelaskan diawal bahwa kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan ini dilaksanakan di MA DDI LIL-BANAT PAREPARE yang merupakan bagian dari Pondok Pesantren DDI Ujung Lare Parepare. Madrasah ini juga merupakan salah satu naungan dari pondok pesantren yang memiliki Akreditasi A Badan Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) No. 69/SK/BAP-SM/XII/2013. Sekolah ini terletak di Kecamatan Soreang Kelurahan Ujung Lare di kota Parepare tepatnya Jl. Abubakar Lambogo No 53 Parepare, kode pos 91131. Sekolah ini memiliki misi Memberikan bekal kepada tamatan MA Lil Banat , kompetensi yang dilandasi oleh IMTAQ dan IPTEK serta terampil melalui kegiatan belajar mengajar dan pelatihan serta konsolidasi manajemen, peningkatan hubungan kerja sama secara terpadu serta pemanfaatan sarana dan prasarana secara optimal sehingga mampu bersaing dalam era globalisasi. Sistem pengajaran di MA Lil Banat mengikuti kurikulum yang diberlakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan berada dalam koordinasi Dirjen Pendidikan Madrasah Kementerian Agama RI ditambah dengan kegiatan ekstrakurikuler wajib harus diikuti berupa keterampilan tata boga dan tata busana. Penguasaan Bahasa Arab dan Inggris, pengajian kitab kuning dan tahfidz Qur’an menjadi bagian dari kompetensi siswa.
Pesatnya perkembangan pondok pesantren DDI Ujung Lare yang pada saat itu memiliki ribuan santri dari jenjang Ibtidaiyah sampai jenjang perguruan tinggi, maka pada tahun 1979 dikembangkan pesantren baru di daerah Kaballangang, Kabupaten Pinrang. Saat itu semua santri dipindahkan ke pesantren baru tersebut dan menyisakan beberapa orang santriwati yang akhirnya menjadi cikal bakal berdirinya Pondok Pesantren DDI khusus putri (Lil Banat). Madrasahnya pun diberi nama Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah DDI Lil Banat. Dan kepeminpinan pondok pesantren diserahkan kepada Prof. DR. K.H. Abdul Muiz Kabry.
KEPALA MADRASAH DARI MASA KE MASA
Beberapa nama yang pernah menjadi Kepala Madrasah Aliyah DDI Lil Banat antara lain
1. Gurutta Muh. Amin D, BA.
2. Gurutta KH. Iskandar, BA.
3. Dra. Maryam Latif
4. Syaiful Mahsan, S.Pt., M.Si.
Kegiatan belajar terbagi atas tiga sesi yaitu
 Program regular sesuai dengan kurikulum 2006
 Kegiatan ekstrakurikuler
 Pengkajian kitab kuning yang terintegrasi dengan kegiatan pondok
Kurikulum yang diterapkan pada tahun pelajaran 2016-2017 adalah kurikulum tingkat satuan pendidikan (Kurikulum 2006) mengacu pada peraturan Menteri Agama Nomor 207 tahun 2014. yang diintegrasikan dengan sistem pendidikan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren. Tenaga pengajar yang ada dalam sekolah ini berjumlah 38 guru. Adapun jumlah guru tetap yayasan yaitu hanya 9 orang, PNS Kemenag 2 orang, honorer 17 orang.  Sekolah ini memiliki fasilitas yang berupa sarana dan prasarana dan bisa dikatakan cukup lengkap.
Dalam bidang prestasi, Madrasah ini telah membuktikan bahwa sekolah ini memang pantas dikatakan sebagai salah satu pondok pesantren unggulan karena prestasi yang telah diukir lumayan banyak baik dalam bidang pendidikan dan olahraga.


 SITUASI PESERTA PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN
Peserta PPL yang ditempatkan di Madrasah Aliyah DDI Lil-Banat Parepare berjumlah 10 (sepuluh) orang yang berasal dari prodi yang berbeda yaitu 4 (empat) orang dari prodi PBI (Pendidikan Bahasa Inggris), 4 (empat) orang dari prodi PAI (Pendidikan Agama Islam) dan 2 (dua) orang dari PBA (Pendidikan Bahasa Arab).
3.2.1 Tabel. Nama-Nama peserta PPL di MTs DDI Al-Badar
NO
NAMA PESERTA PPL
PROGRAM STUDI
1.
ANDI FITRY RAMADANI
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
2.
RATNASARI
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
3.
HASMILA
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
4.
HARDIANTI HAMZAH
PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
5.
NUR ALAMSYAH
PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
6.
HUSNAENI H
PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
7.
AYU ANDIRA
PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
8.
HUSBAH
PENDIDIKAN BAHASA ARAB
9.
RAUDATUL  JANNAH
PENDIDIKAN BAHASA ARAB
10.
MUHAMADAD RAFIL
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Motivasi terbesar kami mengikuti kegiatan praktek pengalaman lapangan (PPL) ini, adalah untuk mengasah kemampuan yang kami miliki dalam mengajar dan untuk mengktualisasikan ilmu atau teori yang kami dapatkan di bangku perkuliahan, agar nantinya ketika kami telah terjun kemasyarakat dan berkecimpung dalam dunia pendidikan, kami sudah tidak canggung lagi dalam mengajar.
Maka dari itu, kami sangat berantusias mengikuti kegiatan praktek pengalaman lapangan (PPL), karena ini merupakan modal awal bagi kami sebelum terjun kemasyarakan nantinya.
3.2  SITUASI DOSEN PEMBIMBING DAN GURU PAMONG
3.3.1  Dosen Pembimbing
Nama                                               : Dr. H. Abdul Halim K. Lc. MA
TTL                                                 : Pinrang, 24 juni 1959
Alamat                                            : Jln. Abu Bakar Lambogo No 53
Pekerjaan                                        : Dosen
Pangkat/Golongan                          :4A
Jenjang Pendidikan                         :
-          SD Pinrang
-          MTs Ujung Lare
-          MA Ujung Lare
-          S1 UI DDI Ujung Lare
-          S1 Universitas Al-Ashar Mesir (1990)
-          S2 Harton Internasional of Arabic Langguange (1994)
-          S3 UIN Alauddin Makassar (2014)
-           
3.3.2   Guru Pamong
Nama                                         :  Hasdawati, S.S, M.Pd.I
TTL                                            : Pinrang, 21 November 1972
Alamat                                       : Jl. Abu Bakar Lambogo
Jenis Kelamin                             : Perempuan
Jabatan                                       : Wakamat Kurikulum
Sertifikasi Pendidikan               : SKI
Pangkat/Golongan                     : 3C
Jenjang Pendidikan                    : 1. SDN 09 Pinrang
                                                     2. Mts DDI Lil-Banat Parepare
                                                     3. SMAM 983 Pinrang
                                                     4. S1 UNHAS
                                                     5. S2 UMI
3.4      SILABUS, DESAIN PEMBELAJARAN DAN MODEL PPL
Dalam pelaksanaan Praktik Pengalaman ini, tentunya tidak terlepas dari berbagai unsur yang mendukung berhasilnya proses pembelajaran yang dilakukan penulis di dalam kelas. Beberapa diantaranya adalah Silabus, Desain Pembelajaran dan Model Kegiatan PPL.
Tentunya penulis mendesain pembelajaran yang menyenangkan agar peserta didik tertarik untuk belajar. Penulis membuat desain sesuai dengan materi ajar pada setiap pembelajaran serta sesuai dengan aspek skill yang ingin dicapai. Tentunya penulis juga menggunakan media yang mendukung.
Hal yang terpenting adalah, penulis mendesain pembelajaran di mana siswa dan guru memiliki porsi yang sama, yakni antara keaktifan siswa dan guru sama-sama 50%. Adapun silabus dan model kegiatan PPL (media ajar) yang telah di buat penulis Terlampir.
3.5      METODE DAN PENDEKATAN YANG DITERAPKAN
Metode yang digunakan penulis pada setiap kali proses pembelajaran berdasarkan pada materi ajar pada setiap penemuan. Sehingga metode yang digunakan berbeda-beda pada setiap pertemuan. Misalnya, metode team quiz, growping statement, card short dan lain-lain. Keseluruhan metode yang digunakan penulis dapat dilihat pada RPP. Terlampir.
3.6      EVALUASI
Setalah beberapa minggu pelsksanaan program PPL ini ada beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan serta evaluasi sebagai salah satu ukuran untuk seberapa jauh keberhasilan yang telah dicapai dalam program ini :
3.6.1        Dalam proses pelaksanaan kegiatan siswa lebih menyukai jika mereka sendiri yang membacakan isi materi dibanding guru.
3.6.2        Kegaduhan peserta didik dalam proses pembelajaran harus lebih diawasi lagi, agar minat belajarnya tidak melebihi dari perencanaan guru.
3.6.3        Pemahaman psikologi anak didik yang dihadapi sangat diperlukan untuk mengetahui keinginan serta kemampuan peserta didik.
3.7      SITUASI WAKTU PELAKSANAAN PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)
Program ini dilaksanakan di MA DDI Lil-Banat Parepare yang dilaksanakan kurang lebih selama 2 bulan yang dimulai pada tanggal 03 oktober  s/d 05 Desember 2016. Dalam kegiatan praktek pengalaman lapangan (PPL) ini, peserta ppl diwajibkan melaksanakan 9 kali pertemuan dengan 9 RPP. Dalam pelaksanaan ini, penulis selaku peserta PPL diberikan kesempatan mengajar pada kelas yang di sesauikan dengan materi yang akan disampaikan dengan jumlah 4 ruangan. adapun waktu mengajar dan materi yang di ajarkan terlampir dalam laporan ini.
3.7.1 Tabel. Jadwal Kegiatan Pembelajaran
No
Hari/ Tanggal
Jam
Jenis Kegiatan
Guru pamong
1
Senin, 10 Oktober 2016
10.40-12.10
Mengajar di Kelas X.I
Jamaliah, S.Ag
2
Senin, 10 Oktober 2016
13.00-14.30
Mengajar di Kelas XI IPA
Jamaliah, S.Ag
3
Selasa, 11Oktober 2016
07.20-08.50
Mengajar di Kelas XII IPS
Dra. Nurhidayah Latif
4
Sabtu, 15 Oktober 2016
07.20-08.50
Mengajar di Kelas XII IPA
H. Syamsuar Basri. Lc
5
Sabtu, 15 Oktober 2016
10.40-12.10
Mengajar di Kelas XI IPA
Hasdawati, S.S, M.Pd.i
6
Selasa, 18Oktober 2016
07.20-08.50
Mengajar di Kelas XI IPA
Dra. Nurhidayah Latif
7
Sabtu, 22 Oktober 2016
07.20-08.50
Mengajar di Kelas XI IPA
H. Syamsuar Basri. Lc
8
Sabtu, 22 Oktober 2016
10.40-12.10
Mengajar di Kelas XI IPA
Hasdawati, S.S, M.Pd.i
9
Senin, 24 Oktober 2016
07.20-08.50
Mengajar di Kelas X.I
Hasdawati, S.S, M.Pd.i

BAB IV
PERMASALAHAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) DAN PENDEKATAN PEMECAHANNYA
4.1   PERMASALAHAN PPL
Dalam hidup ini, seorang manusia tidak pernah luput dari yang namanya permasalahan. Ketika apa yang diinginkan sangat berbeda dengan faktanya maka timbullah suatu permasalahan. Begitu pula yang tengah dirasakan oleh Penulis yaitu ada beberapa permasalahan yang dihadapi selama pelaksanaan PPL ini, baik itu permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa dari dalam dirinya sendiri maupun dari lokasi dan lingkungan yang ditempati oleh Penulis. Diantranya sebagai berikut :
4.1.1        Materi yang diberikan oleh pihak sekolah lumayan rumit untuk mengatur jadwal mengajar sebab penulis juga memiliki jadwal perkuliahan selain itu para peserta PPL yang bertugas di MA DDI Lil-Banat harus selalu melakukan komunikasi agar jadwal yang satu tidak bentrok dengan jadwal mengajar yang diambil oleh anggota lainnya.
4.1.2        Materi pembelajaran yang diberikan pihak sekolah menggali potensi ilmu penulis sebab harus mempelajarinya lebih dalam lagi dikarena tidak semua mata pelajaran sesuai dengan prodi penulis salah satunya mata pelajaran Pkn sehingga waktu penulis lebih banyak tercurahkan kepada PPL dan mengesampingkan tugas perkuliahan.
4.1.3        Kurangnya kegiatan ekstra dan administrasi yang diberikan dari sekolah sehingga banyak waktu luang yang dimiliki mahasiswa PPL tanpa melakukan aktifitas di sekolah tersebut.
4.1.4        Adanya beberapa peserta didik yang tidak memiliki buku panduan.
4.1.5        Kemampuan peserta didik yang beraneka ragam dan dalam rentang perbedaan yang cukup jauh sering kali menyebabkan suasana kelas ribut.
4.2   PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH
Dalam mengatasi masalah-masalah yang muncul selama proses kegiatan PPL ini, Penulis melakukan beberapa pendekatan pemecahan masalah agar masalah ini tidak berlarut-larut dan dapat mempermudah jalannya Proses PPL ini. Diantaraya sebagai berikut :
4.2.1        Melakukan kerjasama dengan teman PPL agar meluangkan waktunya untuk kumpul di sekolah dan memperlihatkan jadwal masing-masing agar tidak terjadi bentrok jadwal mengajar.
4.2.2        Penulis mempelajari lebih dalam mengenai materi mencari dari berbagai sumber selain buku panduan yang diberikan oleh guru serta mencari fenomena yang bersangkutan dengan materi yang akan diajarkan.
4.2.3        Penulis lebih banyak duduk di kantor dan mendengar pembicaraan para guru, bila terlihat salah satu guru sibuk penulis mendekatinya dan meminta untuk kegiatan tersebut dilaksanakan oleh penulis seperti menstempel buku dana bos, dan menstempel kertas ujian. Sambil mendengar wejengan dari pendidik, serta solusi-solusi yang ditawarkan setelah lulus sarjana.
4.2.4        Penulis mengelola kelas dengan peserta didik yang tidak memiliki buku panduan untuk duduk bersama temannya yang memiliki. Serta sebagian dari itu pendidik meminta kelas lain yang memiliki buku untuk meminjamnya.
4.2.5        Mengatasi masalah  keempat ini, Penulis mengambil lagkah pemecahan dengan menggunakan metode yang menggali keatifan siswa, agar keributan yang tercipta dikelas menjadi keributan sebab mereka berlomba-lomba menjawab pertanyaan yang dilontarkan serta berlomba-lomba membacakan materi yang disampaikan oleh penulis.






















BAB V
PENUTUP
5.1   KESIMPULAN
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) telah memberikan banyak kontribusi bagi seluruh mahasiswa utamanya penulis dalam peningkatan kemampuan dan pengalaman untuk menjadi seorang tenaga pengajar yang handal dan mampu mengatasi masalah-masalah pendidikan yang dihadapi selama melakukan proses pembelajaran. Sebagai calon tenaga pendidik, perlu diberikan banyak bekal dan kompetisi yang sangat mendukung berupa pengalaman dalam beradaptasi dengan lingkungan madrasah dan beradaptasi dengan calon peserta didik yang akan dijumpainya kelak.
Dalam Praktik Pengalaman Lapangan, Penulis dihadapkan pada suatu permasalahan yang bersumber dari peserta didik tepatnya di MA DDI Lil-Banat Parepare dan dituntut untuk memecahkan permasalahan yang tengah dihadapi agar masalah-masalah seperti ini kelak akan menjadi suatu gambaran dalam mengatasi masalah peserta didik dan tidak mengalami kewalahan dalam permasalahan yang serupa.
Mengingat penting dan sangat bergunanya kegiatan seperti ini maka seluruh mahasiswa yang merupakan calon tenaga pendidik perlu mengikuti kegiatan seperti ini.



5.2   SARAN
Dalam Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan ini, tentunya mendapatkan hambatan dan pendukung dalam pelaksanaannya sehingga penulis berinisiatif untuk memberikan saran-saran yang dapat menjadi  pertimbangan untuk pelaksanaan PPL kedepannya yang lebih baik sebagai berikut :
5.2.1        Peserta Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) sebaiknya dibekali lebih banyak hal baik itu dari materi, metode, strategi dan hal-hal lain yang dibutuhkan sebelum dilepas ke lokasi PPL utamanya memperbanyak microteaching.
5.2.2        Peserta Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) seharusnya diberikan lebih banyak lagi kegiatan ekstra selain proses belajar mengajar agar Mahasiswa PPL mempunyai gambaran yang cukup tentang administrasi sekolah.
5.2.3        Jumlah Pertemuan dan durasi PPL dan proses belajar mengajar sebaiknya sedikit ditambah agar mahasiswa PPL lebih profesional lagi dalam mengajar.
5.2.4        Sebaiknya guru pamong dan dosen pembimbing memberikan arahan dan bimbingan lebih maksimal lagi serta melakukan komunikasi yang baik agar peserta PPL tidak kebingunan saat di lokasi karena berbeda dari yang diperkirakan.
5.2.5        Sebaiknya guru pammong memberikan materi yang sesuai dengan baground mahasiswa agar pengalamannya bersama dengan peserta didik lebih banyak untuk mengetahui kemampuan intelektual serta psikologisnya sehingga terjalin keakraban yang menyatuhkan silaturahim. Agar mahasiswa mampu mengukur kemampuannya dalam mengajar.