Minggu, 10 September 2017

Penelitian Tindakan kelas

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pemimpin pendidikan tingkat satuan pendidikan, kepala sekolah bertanggung jawab penuh terhadap maju mundurnya sekolah yang dipimpinnya. Penelitian tindakan kelas bertujuan untuk memperbaiki suatu praktik pembelajaran di kelas, agar makin banyak diminati.
Tidak sedikit tenaga pendidik melakukan PTK dalam upaya mengembangkan profesinya. Proses belajar mengajar yang konvensional dimana kegiatan pembelajaran berpusat pada pendidik perlu mengalami perubahan, pemahaman tentang seluk beluk inovasi pembelajaran harus dikuasai oleh seorang pendidik. Dalam hal ini penguasaan materi ajar, keterampilan pengelolaan kelas, dan strategi pembelajaran menjadi unsur penting yang harus diperhatikan.
Pembelajaran harus bisa mengoptimalkan fungsi peserta didik untuk menjadi keluaran yang berkualitas, peserta didik memiliki potensi untuk berkembang dan untuk itulah pendidik sebagai pengarah potensi itu, oleh karenanya pendidik bukan berperan sebagai pengendali kegiatan peserta didik, tetapi peserta didiklah yang mengalami bagaimana ia bekerja dalam arahan pendidik.
Oleh karena itu, penulis akan mengkaji lebih detail mengenai penelitian tindakan kelas. Juga sebagai bahan pembelajaran bagi mahasiswa sebagai calon guru dan kemungkinan dalam penelitiannya mahasiswa akan memilih penelitian tindakan kelas.


Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas adapun rumusan masalah:
Bagaimana pengertian penelitian tindakan kelas?
Bagaimana tujuan, manfaat, karakteristik, prisnsip, syarat,  dan model ptk?
Bagaimana perbedaan PTK dengan model Konfensional?
Tujuan penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas adapun tujuan penelitian?
Mengetahui pengertian peneltian tindakan kelas.
Mengetahui tujuan, manfaat, karakteristik, prinsip, syarat, dan model PTK.
Mengetahui perbedaan PTK dengan model konfensional.










II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Penulisan Tindakan Kelas
Penelitian tindakan kelas merupakan salah satu penelitian yang dilakukan untuk memperbaiki keadaan kelas. Menurut Hopkins (1993) dalam Masnur Muslich (2014) bahwa:
PTK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif, yang dilakukan oleh pelaku tindakan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tindakannya dalam melaksanakan tugas dan memperdalam pemahaman terhadap kondisi dalam praktik pembelajaran.
Penelitian Tindakan Kelas juga  merupakan suatu pencermatan kegiatan belajar berupa tindakan yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam kelas secara bersama. Tindakan tersebut diberikan oleh pelaku PTK dengan arahan yang harus dilakukan oleh pembelajar atau peserta didik.
Lebih jelas Kurt Lewin (1982) dalam Esti Ismawati (2012) mengemukakan pengertian PTK dengan istilah Penelitian Kaji Tindak menurut prosesnya yaitu:
Penelitian kaji tindak terdiri atas analisis, pencarian fakta, kenseptualisasi, perencanaan tindakan, pencarian fakta lebih jauh atau evaluasi, dan pengulangan kembali siklus aktivitas ini secara keseluruhan.
Penelitian Tindakan Kelas sangat berkaitan erat dengan pembelajaran, yang menjadi permasalahan yang melatarbelakanginya adalah ketidak sesuaian antara teori pembelajaran dengan praktik, dan refleksinya dapat berupa strategi dan metode belajar, media belajar, sampai pada penilaian belajar.
Terdapat dua esensi dalam penelitian tindakan kelas, yaitu perbaikan dan keterlibatan. Hal ini mengarahkan tujuan penelitian tindakan ke dalam tiga area, yaitu, untuk memperbaiki praktik, untuk pengembangan professional dalam arti meningkatkan pemahaman/kemampuan para praktisi terhadap praktik yang dilaksanakannya, dan untuk memperbaiki keadaan atau situasi dimana praktik tersebut dilaksanakan.
2.2 Tujuan, Manfaat, Karakteristik, Prisnsip, Syarat, dan Model PTK
2.2.1 Tujuan penelitian tindakan kelas
Penelitian pendidikan pada umumnya ditujukan untuk memperoleh landasan dalam mempertimbangkan suatu prosedur kerja, khususnya prosedur pembelajaran, menjamin cara kerja yang efektif dan efisien, memperoleh fakta-fakta tentang berbagai masalah pendidikan, dan menghindarkan sesuatu yang dapat merusak, serta meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran. Secara umum penelitian tindakan kelas bertujuan:
Memperbaiki dan meningkatkan kondisi-kondisi belajar serta kualitas pembelajaran.
Meningkatkan layanan professional dalam konteks pembelaaran, khhususnya layanan kepada peserta didik sehingga tercipta layanan prima.
Memberi kesempatan kepada guru berimprovisasi dalam melakukan tindakan pembelajaran yang direncanakan secara tepat waktu dan sasarannya.
Memberi kesempatan kepada guru mengadakan kajian secara bertahap kegiatan pembelajaran yang dilakukannya sehingga tercipta perbaikan yang berkesinambungan.
Membiasakan guru mengembangkan sikap ilmiah, terbuka dan jujur dalam pembelajaran.
Tujuan ini dapat dicapai dengan cara melakukan berbagai tindakan untuk memecahkan berbagai permasalahan pembelaj aran di kelas yang selama ini dihadapi, baik disadari atau mungkin tidak disadari. Oleh karena itu, fokus penelitian tindakan kelas adalah terletak kepada tindakan-tindakan altematif yang direncanakan oleh guru, kemudian dicobakan, dan dievaluasi untuk mengetahui efektivitas tindakan-tindakan Alternative itu dalam memecahkan masalah pembelajaran yang dihadapi oleh guru.
Manfaat penelitian tindakan kelas
Manfaat PTK dapat dilihat dari dua aspek yakni aspek akademis dan aspek praktis. Aspek Akademis, manfaatnya adalah untuk membantu guru mengahasilkan pengetahuan yang shahih dan relevan bagi kelas mereka untuk memperbaiki mutu pembelajaran dalam jangka pendek. Adapun Manfaat Praktis dari pelaksanaan PTK antara lain:
Merupakan pelaksanaan inovasi pembelajaran dari bawah. Peningkatan mutu dan perbaikan proses pembelajaran yang dilakukan guru secara rutin merupakan wahana pelaksanaan inovasi pembelajaran. Oleh karena itu guru perlu mencoba untuk mengubah, mengembangkan, dan meningkatkan pendekatan, metode,maupun gaya pembelajaran sehingga dapat melahirkan suatu model pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan karakteristik kelas.
Pengembangan kurikulum di tingkat sekolah, artinya dengan guru melakukan PTK maka guru telah melakukan implementasi kurikulum dalam tataran praktis, yakni bagaimana kurikulum itu dikembangkan dan disesuaikan dnegan situasi dan kondisi, sehingga kurikulum dapat berjalan secara efektif melalui proses pembelajran yang aktif,inovatif,kreatif,efektif dan menyenangkan.
Berbagai manfaat penelitian tindakan kelas antara lain dapat dikemukakan sebagai berikut.
Mengembangkan dan melakukan inovasi pembelajaran sehingga pembelajaran yang dilakukan senantiasa tampak baru dikalangan peserta didik.
Merupakan upaya pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sesuai dengan karakteristik pembelajaran, serta situasi dan kondisi kelas.
Meningkatkan profesionalisme guru melalui upaya penelitian yang dilakukannya, sehingga pemahaman guru senantiasa meningkat, baik berkaitan dengan metode maupun isi pembelajaran.
Karakteristik penelitian tindakan kelas
Menurut IGAK Wardanai dan Kuswaya Wihardit (2014) terdapat beberapa karakteristik Penelitian Tindakan Kelas, yaitu:
Adanya masalah dalam PTK dipicu oleh munculnya kesadaran pada diri guru bahwa praktik yang dulakukannya selama ini di kelas mempunyai masalah yang perlu diselesaikan. Dengan perkataan lain, guru merasa bahwa ada sesuatu yang harus di perbaiki dalam praktik pembelajaran yang dilakukannya selama ini, dan diprakarsai dari dalam guru sendiri (an inquiry of practice from whitin), bukan oleh orang luar.
Self reflektif inquiry, atau penelitian melalui refleksi diri, merupakan ciri PTK yang paling esensial. Untuk melakukan refleksi, guru berusaha bertanya pada diri sendiri, misalnya dengan mengajukan pertanyaan berikut:
Apakah penjelasan saya terlampau cepat?
Apakah saya sudah member contoh yang baik?
Apakah saya sudah memberi kesempatan beratanya kepada siswa?
Apakah saya sudah memberi latihan yang memadai kepada siswa?
Apakah hasil latihan siswa sudah saya komentari?
Apakah bahasa yang saya gunakan dapat dipahami siswa?
Dari pertanyaan seperti di atas guru akan dapat memperkirakan penyebab dari masalah yang dihadapi dan kemudian akan mencoba mencari jalan keluar untuk memperbaiki/meningkatkan hasil belajar siswa.
Penelitian kelas dilakukan di dalam kelas, sehingga focus penelitian ini adalah kegiatan pembelajaran berupa perilaku guru dan siswa dalam melakukan interaksi;
Penelitian Kelas bertujuan untuk memperbaiki pembelajaran. Dimana perbaikan dilakukan secara bertahap dan terus menerus, selama kegiatan penelitian dilakukan. Oleh karena itu, dalam PTK dikenal adanya siklus tindakan (action) yang dilakukan berulang-ulang dalam rangka mencapai perbaikan yang diinginkan.
Prinsip penelitian tindakan kelas
Agar peneliti memperoleh informasi atau kejelasan yang lebih baik tentang penelitian tindakan kelas perlu kiranya dipahami bersama tentang prinsip-prinsip penelitian tindakan kelas:
Kegiatan nyata dalam situasi rutin
Adanya kesadaran diri untuk memperbaiki kinerja
SWOT sebagai dasar berpijak
Upaya emperis dan sistematik
Ikuti prinsip SMART dalam perencanaan.
Syarat Penelitian tindakan kelas
penelitian tindakan kelas harus tertuju atau mengenai hal-hal yang terjadi didalam pembelajaran dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.
Penelitian tindakan kelas oleh guru menuntut dilakukaknya pencermatan secara terus-menerus, objektif, dan sistematis, artinya dicatat atau direkam dengan baik sehingga diketahui dengan pasti tingkat keberhasilan yang diperoleh.
Penelitian tindakan kelas harus dilakukan sekurang-kurangnya dalam dua siklus tindakan yang berurutan.
Penelitian tindakan terjadi secara wajar, tidak mengubah aturan yang sudah ditentukan, dalam arti tidak mengubah jadwal yang berlaku.
Penelitian tindakan harus betul-betul disadari oleh pemberi maupun pelakunya sehingga pihak-pihak yang bersangkutan dapat mengemukakan kembali apa yang dilakukan.
Penelitian tindakan harus benar-benar menunjukkan adanya tindakan yang dilakukan oleh sasaran tindakan, yaitu siswa yang sedang belajar.
Model penelitian tindakan kelas
Ada beberapa ahli yang mengemukakan model penelitian tindakan dengan bagan yang berbeda namun secara garis besar terdapat empat tahapan yang lazim dilalui yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.
Perbedaan PTK dengan Konfensional

Penelitian tindakan kelas
perbedaan
konfensional

Masalah dirasakan dan dihadapi peneliti dalam melaksanakan tugasa dan pekerjaannya.
Masalah
Masalah dan pengamatan pihak lain termasuk sponsor

Melakukan perbaikan dan peningakatan atau perubahan kearah yang lebih baik
Tujuan
Menguji hipotesis,membuat generalisasi.

Langsung terlihat dan dapat dinikmati peneliti dan objek penelitiannya
Manfaat
Tidak langsung terlihat biasanya dipakai sebagai saran-saran.

Dipakai sebagai dasar memilih dan menentukan solusi tindakan
Teori
Dipakai sebagai dasar perumusan hipotesis/ pertanyaan atau penelitian.

Bersifat lebih fleksibel. Langkah kerja bersifat siklus ada empat tahapan. Analisis terjadi dalam proses setiap siklus.
Metodologi
Menuntut paradigma penelitian yang jelas. Analisis dilakukan setelah data terkumpul,khususnya dalam penelitian kuantitatif.








III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Penelitian Tindakan Kelas sangat berkaitan erat dengan pembelajaran, yang menjadi permasalahan yang melatarbelakanginya adalah ketidak sesuaian antara teori pembelajaran dengan praktik, dan refleksinya dapat berupa strategi dan metode belajar, media belajar, sampai pada penilaian belajar.
Manfaat PTK dapat dilihat dari dua aspek yakni aspek akademis dan aspek praktis. Sehingga tujuan dapat dicapai dengan cara melakukan berbagai tindakan untuk memecahkan berbagai permasalahan pembelaj aran di kelas yang selama ini dihadapi, baik disadari atau mungkin tidak disadari. Oleh karena itu, fokus penelitian tindakan kelas adalah terletak kepada tindakan-tindakan altematif yang direncanakan oleh guru, kemudian dicobakan, dan dievaluasi untuk mengetahui efektivitas tindakan-tindakan Alternative itu dalam memecahkan masalah pembelajaran yang dihadapi oleh guru.






DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi, et. al., 2012. Penelitian Tindakan Kelas. Cet. 11; Jakarta: Bumi Aksara.
Ismawati, Esti. 2012. Metode Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra. Cet. 4; Yogyakarta: Ombak.
Muslich, Masnur. 2014. Melaksanakan PTK Penelitian Tindakan Kelas Itu Mudah. Cet. 8; Jakarta: Bumi Aksara.
Trianto. 2010.  Pengantar Penelitian Pendidikan Bagi Pengembangan Profesi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan. Jakarta: Kencana.
http://googleweblight.com?lite_url=https://belajarmengirfan.wordpress.com/2015/04/03karakteristik-tujuan-dan-manfaat-penelitian-tindakan-kelas.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar