Sabtu, 09 September 2017

laporan program pengalaman lapangan (PPL)

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Program Pengalaman Lapangan (PPL) adalah suatu bentuk penerapan pendidikan dan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dan dilaksanakan oleh mahasiswa STAIN Parepare dalam waktu 2 bulan dengan jumlah akademik 4 SKS.
Program pelaksanaan Lapangan (PPL) merupakan bagian inti kurikuler yang dilaksanakan oleh mahasiswa calon guru atau tenaga pendidik, baik latihan maupun mengajar atau tugas kependidikan lainnya. Secara terbimbing dan terpadu sebagai persyaratan profesi keguruan.
Program ini dirancang secara khusus untuk menyiapkan mahasiswa-mahasiswi yang kompeten serta handal dalam bidangnya masing-masing. Serta dapat memiliki atau menguasai kemampuan keguruan yang terpadu secara utuh setelah nantinya mereka terjun dalam lingkungan keguruan sekaligus dapat mengemban tugas dan bertanggung jawab secara Profesional.
PPL merupakan muara dari seluruh program kependidikan yang dilakukan setelah mahasiswa calon guru dianggap sudah mendapat bekal yang memadai berbagai bidang yang berkaitan pegelolaan belajar mengajar.
Dipandang dari sudut kurikulum, PPL merupakan mata kuliah proses belajar mengajar yang dipersyaratkan dalam pendidikan prajabatan guru.
PPL sengaja dirancang untuk menyiapkan mahasiswa PPL agar memiliki atau menguasai kemampuan keguruan yang terpadu secara utuh, sehingga setelah mereka menjadi guru mereka dapat mengembangkan tugas dan tanggung jawab secara professional. Dipandang dari isi PPL adalah seperangkat komponen pelatihan prajabatan guru yang berlangsung dalam siklus teori praktek secara berlapis dan berulang pada setiap langkah yang disyaratkan dalam program latihan tersebut. Setiap langkah dalam komponen pelatihan itu selalu mengacu kepada teori yang telah dipelajari menuju kepada praktek pelaksanaan tugas.
Selain itu dalam laporan ini penulis sedikit dan sederhana tentang fenomena yang terjadi dalam pendidikan khususnya pada Madrasah Aliyah DDI Lil-Banat Parepare.
Bertitik tolak dari asumsi bahwa besarnya peranan setiap mata pelajaran, maka sadar atau tidak, maka tanggung jawab yang besar tentulah dibebankan kepada seorang pendidik baik dalam pemberian materi ajar, penggunaan metode, penyesuaian materi ajar dengan media dan metodesehingga dapat memberikan rangsangan bagi peserta didik dalam belajar, sebab keberhasilan seorang peserta didik sangat ditentukan oleh hal tersebut. Sehingga dengan alasan ini kemudian di adakan praktik pengalaman lapangan (PPL) yang tujuannya adalah bagaimana seorang mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmunya sekaligus proses pembelajaran, karena dalam kegiatan ini bukan hanya sekedar transfer ilmu saja tapi bagaimana kita mengetahui karekter peserta didik, bagaimana menentukan media dan metode yang tepat serta yang lebih penting adalah bagaimana seorang guru dapat memancing minat peserta didik hingga kelas menjadi hidup.



1.2 Ruang Lingkup
Ruang lingkup (rangkaian) dalam rangkaian Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) terdiri dari:
1.1  Pembekalan PPL dilaksanakan pada tanggal 24-55 September 2016
1.2  Pelaksanaan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) meliputi:
1.2.1        Pelepasan peserta PPL dilaksanakan pada tanggal 03 Oktober 2016.
1.2.2        Orientasi dan observasi di sekolah dalam hal ini MA DDI Lil-Banat PAREPARE pada tanggal 03-09 Oktober 2016.
1.2.3        Kegiatan praktik pembelajaran di kelas yang pelaksanaannya dilakukan beberapa kali pertemuan selama sepekan di kelas yang berbeda dan materi yangg berbeda setiap hari dalam sepekan, jadwal mengajar terlampir.
1.2.4        Penarikan peserta PPL dilaksanakan pada  05 Desember 2016.
1.2.5        Kegiatan administrasi sekolah dan bimbingan siswa.
1.3  Kegiatan penyusunan laporan PPL sampai dengan tanggal 07 Desember 2016.







BAB II
TUJUAN, SIGNIFIKANSI DAN INDIKATOR KEBERHASILAN  KEGIATAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)
2.1  TUJUAN PELAKSANAAN PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)
PPL bertujuan memberikan pengalaman nyata di lapangan kepada mahasiswa sehingga terbentuk menjadi tenaga kependidikan yang profesional, yaitu tenaga kepandidikan yang memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang diperlukan bagi profesinya serta mampu menerapkannya dalam penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran. Dalam hal ini, PPL akan melatih mahasiswa PPL agar memiliki memperagakan kinerja dalam situasi nyata, baik dalam kegiatan mengajar maupun dalam tugas-tugas lainnya PPL memberikan peluang secara bertahap kepada mahasiswa PPL untuk melaksanakan tanggung jawab dalam merencanakan dan menyelenggarakan kegiatan pembalajan dan tugas-tugas keguruan lainnya di sekolah.
Tujuan Pelaksanaan Pengalaman Lapangan (PPL) dapat di bagi menjadi dua bagian yaitu:
2.1.1        TUJUAN UMUM
Praktek pengalaman lapangan (PPL) bertujuan untuk mendapatkan secara faktual di lapangan sebagai wahana terbentuknya tenaga kependidikan yang memiliki seperangkat pegetahuan, nilai dan sikap yang diperlukan bagi profesinya, serta mampu menerapkannya dalam penyelenggaraan kependidikan dan pengajaran baik di sekolah maupun di luar sekolah.


2.1.2        TUJUAN KHUSUS
Sebagai salah satu persyaratan akademik yang harus di penuhi oleh semua Mahasiswa khususnya dalam bidang keguruan.
2.1.2.1  Mengembangkan kemampuan untuk menilai diri yaitu dengan aktif dalam menghadapi masalah-masalah yang ada di kelas selama dalam proses belajar mengajar.
2.1.2.2  Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa tentang anak didik, dan kesempatan untuk memanfaatkan pengetahuan tersebut dalam pembelajaran dan pengelolahan pembelajaran.
2.1.2.3  Memberikan kesempatan kepada mahasiswa calon guru untuk mengenali dan menghargai kepribadian individual siswa, serta tanggap terhadap antar individu.
2.1.2.4  Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan pada kampus yang telah ditempati.
2.1.2.5  Mengenal secara umum lingkungan fisik, sosial, administrasi dan akademik sekolah tempat pengabdian kelak.
2.2 KEGUNAAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)
Kegunaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) pada umumnya untuk memberikan bekal pengalaman bagi mahasiswa dalam  proses belajar mengajar serta sebagai titik awal untuk melangkahkan kaki setelah kita memasuki dunia pendidikan. Proses ini juga memegang peranan penting dalam pembentukan sikap seorang yang nantinya menjadi tenaga pengajar untuk mampu melaksanakan tugasnya secara professional dan bertanggung jawab.
Selain itu keguanaan yang diharapkan dengan adanya Program Pengalaman Lapangan ini adalah sebagai berikut:
2.2.1        Bagi mahasiswa, menjadi kesempatan untuk melatih pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan atau praktek mengajar dengan bimbingan guru pamong yang telah ditentukan. Dapat memperoleh pengalaman praktek di lapangan tentang hal-hal yang berhubungan dengan tugas-tugas guru seperti disiplin waktu, kode etik berpakaian, persiapan mengajar dalam membuat skenario pembelajaran, menguasai materi, dan metode dalam proses belajar mengajar.
2.2.2        Bagi guru, akan meningkatkan kualitas guru karena melalui program PPL guru dapat memberikan bimbingan kepada mahasiswa yang merupakan generasi pelanjut pengembang pendidikan.
2.2.3        Bagi sekolah,  melalui program PPL terjalin kerja sama yang baik antara pihak sekolah dengan pihak Perguruan Tinggi.
2.3      INDIKATOR KEBERHASILAN
2.3.1   Mahasiswa mampu membagi ilmu yang telah diperoleh kepada para peserta didik yang membutuhkan.
2.3.2   Mahasiswa mampu menjadi contoh yang baik sebagai calon pendidik kepada para anak didiknya kelak.
2.3.3   Melahirkan pribadi yang memiliki pengetahuan, keterampilan, bertanggung jawab dan sikap yang diperlukan dalam pembentukan profesi guru Pendidikan Agama Islam, guru Pendidikan Bahasa Arab, dan Pendidikan Bahasa Inggris.
BAB III
PELAKSANAAN PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)

Pelaksanaan Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang dilaksanakan oleh Jurusan Tarbiyah STAIN Parepare yang berlokasikan di MA DDI LIL-BANAT PAREPARE yang merupakan bagian dari Pondok Pesantren Ujung Lare dimulai pada tanggal 03 Oktober 2016. Berikut ini akan dipaparkan beberapa komponen yang terkait dengan pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan mulai dari situasi umum lokasi kegiatan hingga pada situasi waktu pelaksanaan kegiatan PPL ini.
3.1  SITUASI UMUM MA DDI LIL-BANAT PAREPARE
Sebagaimana telah dijelaskan diawal bahwa kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan ini dilaksanakan di MA DDI LIL-BANAT PAREPARE yang merupakan bagian dari Pondok Pesantren DDI Ujung Lare Parepare. Madrasah ini juga merupakan salah satu naungan dari pondok pesantren yang memiliki Akreditasi A Badan Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) No. 69/SK/BAP-SM/XII/2013. Sekolah ini terletak di Kecamatan Soreang Kelurahan Ujung Lare di kota Parepare tepatnya Jl. Abubakar Lambogo No 53 Parepare, kode pos 91131. Sekolah ini memiliki misi Memberikan bekal kepada tamatan MA Lil Banat , kompetensi yang dilandasi oleh IMTAQ dan IPTEK serta terampil melalui kegiatan belajar mengajar dan pelatihan serta konsolidasi manajemen, peningkatan hubungan kerja sama secara terpadu serta pemanfaatan sarana dan prasarana secara optimal sehingga mampu bersaing dalam era globalisasi. Sistem pengajaran di MA Lil Banat mengikuti kurikulum yang diberlakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan berada dalam koordinasi Dirjen Pendidikan Madrasah Kementerian Agama RI ditambah dengan kegiatan ekstrakurikuler wajib harus diikuti berupa keterampilan tata boga dan tata busana. Penguasaan Bahasa Arab dan Inggris, pengajian kitab kuning dan tahfidz Qur’an menjadi bagian dari kompetensi siswa.
Pesatnya perkembangan pondok pesantren DDI Ujung Lare yang pada saat itu memiliki ribuan santri dari jenjang Ibtidaiyah sampai jenjang perguruan tinggi, maka pada tahun 1979 dikembangkan pesantren baru di daerah Kaballangang, Kabupaten Pinrang. Saat itu semua santri dipindahkan ke pesantren baru tersebut dan menyisakan beberapa orang santriwati yang akhirnya menjadi cikal bakal berdirinya Pondok Pesantren DDI khusus putri (Lil Banat). Madrasahnya pun diberi nama Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah DDI Lil Banat. Dan kepeminpinan pondok pesantren diserahkan kepada Prof. DR. K.H. Abdul Muiz Kabry.
KEPALA MADRASAH DARI MASA KE MASA
Beberapa nama yang pernah menjadi Kepala Madrasah Aliyah DDI Lil Banat antara lain
1. Gurutta Muh. Amin D, BA.
2. Gurutta KH. Iskandar, BA.
3. Dra. Maryam Latif
4. Syaiful Mahsan, S.Pt., M.Si.
Kegiatan belajar terbagi atas tiga sesi yaitu
 Program regular sesuai dengan kurikulum 2006
 Kegiatan ekstrakurikuler
 Pengkajian kitab kuning yang terintegrasi dengan kegiatan pondok
Kurikulum yang diterapkan pada tahun pelajaran 2016-2017 adalah kurikulum tingkat satuan pendidikan (Kurikulum 2006) mengacu pada peraturan Menteri Agama Nomor 207 tahun 2014. yang diintegrasikan dengan sistem pendidikan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren. Tenaga pengajar yang ada dalam sekolah ini berjumlah 38 guru. Adapun jumlah guru tetap yayasan yaitu hanya 9 orang, PNS Kemenag 2 orang, honorer 17 orang.  Sekolah ini memiliki fasilitas yang berupa sarana dan prasarana dan bisa dikatakan cukup lengkap.
Dalam bidang prestasi, Madrasah ini telah membuktikan bahwa sekolah ini memang pantas dikatakan sebagai salah satu pondok pesantren unggulan karena prestasi yang telah diukir lumayan banyak baik dalam bidang pendidikan dan olahraga.


 SITUASI PESERTA PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN
Peserta PPL yang ditempatkan di Madrasah Aliyah DDI Lil-Banat Parepare berjumlah 10 (sepuluh) orang yang berasal dari prodi yang berbeda yaitu 4 (empat) orang dari prodi PBI (Pendidikan Bahasa Inggris), 4 (empat) orang dari prodi PAI (Pendidikan Agama Islam) dan 2 (dua) orang dari PBA (Pendidikan Bahasa Arab).
3.2.1 Tabel. Nama-Nama peserta PPL di MTs DDI Al-Badar
NO
NAMA PESERTA PPL
PROGRAM STUDI
1.
ANDI FITRY RAMADANI
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
2.
RATNASARI
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
3.
HASMILA
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
4.
HARDIANTI HAMZAH
PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
5.
NUR ALAMSYAH
PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
6.
HUSNAENI H
PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
7.
AYU ANDIRA
PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
8.
HUSBAH
PENDIDIKAN BAHASA ARAB
9.
RAUDATUL  JANNAH
PENDIDIKAN BAHASA ARAB
10.
MUHAMADAD RAFIL
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Motivasi terbesar kami mengikuti kegiatan praktek pengalaman lapangan (PPL) ini, adalah untuk mengasah kemampuan yang kami miliki dalam mengajar dan untuk mengktualisasikan ilmu atau teori yang kami dapatkan di bangku perkuliahan, agar nantinya ketika kami telah terjun kemasyarakat dan berkecimpung dalam dunia pendidikan, kami sudah tidak canggung lagi dalam mengajar.
Maka dari itu, kami sangat berantusias mengikuti kegiatan praktek pengalaman lapangan (PPL), karena ini merupakan modal awal bagi kami sebelum terjun kemasyarakan nantinya.
3.2  SITUASI DOSEN PEMBIMBING DAN GURU PAMONG
3.3.1  Dosen Pembimbing
Nama                                               : Dr. H. Abdul Halim K. Lc. MA
TTL                                                 : Pinrang, 24 juni 1959
Alamat                                            : Jln. Abu Bakar Lambogo No 53
Pekerjaan                                        : Dosen
Pangkat/Golongan                          :4A
Jenjang Pendidikan                         :
-          SD Pinrang
-          MTs Ujung Lare
-          MA Ujung Lare
-          S1 UI DDI Ujung Lare
-          S1 Universitas Al-Ashar Mesir (1990)
-          S2 Harton Internasional of Arabic Langguange (1994)
-          S3 UIN Alauddin Makassar (2014)
-           
3.3.2   Guru Pamong
Nama                                         :  Hasdawati, S.S, M.Pd.I
TTL                                            : Pinrang, 21 November 1972
Alamat                                       : Jl. Abu Bakar Lambogo
Jenis Kelamin                             : Perempuan
Jabatan                                       : Wakamat Kurikulum
Sertifikasi Pendidikan               : SKI
Pangkat/Golongan                     : 3C
Jenjang Pendidikan                    : 1. SDN 09 Pinrang
                                                     2. Mts DDI Lil-Banat Parepare
                                                     3. SMAM 983 Pinrang
                                                     4. S1 UNHAS
                                                     5. S2 UMI
3.4      SILABUS, DESAIN PEMBELAJARAN DAN MODEL PPL
Dalam pelaksanaan Praktik Pengalaman ini, tentunya tidak terlepas dari berbagai unsur yang mendukung berhasilnya proses pembelajaran yang dilakukan penulis di dalam kelas. Beberapa diantaranya adalah Silabus, Desain Pembelajaran dan Model Kegiatan PPL.
Tentunya penulis mendesain pembelajaran yang menyenangkan agar peserta didik tertarik untuk belajar. Penulis membuat desain sesuai dengan materi ajar pada setiap pembelajaran serta sesuai dengan aspek skill yang ingin dicapai. Tentunya penulis juga menggunakan media yang mendukung.
Hal yang terpenting adalah, penulis mendesain pembelajaran di mana siswa dan guru memiliki porsi yang sama, yakni antara keaktifan siswa dan guru sama-sama 50%. Adapun silabus dan model kegiatan PPL (media ajar) yang telah di buat penulis Terlampir.
3.5      METODE DAN PENDEKATAN YANG DITERAPKAN
Metode yang digunakan penulis pada setiap kali proses pembelajaran berdasarkan pada materi ajar pada setiap penemuan. Sehingga metode yang digunakan berbeda-beda pada setiap pertemuan. Misalnya, metode team quiz, growping statement, card short dan lain-lain. Keseluruhan metode yang digunakan penulis dapat dilihat pada RPP. Terlampir.
3.6      EVALUASI
Setalah beberapa minggu pelsksanaan program PPL ini ada beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan serta evaluasi sebagai salah satu ukuran untuk seberapa jauh keberhasilan yang telah dicapai dalam program ini :
3.6.1        Dalam proses pelaksanaan kegiatan siswa lebih menyukai jika mereka sendiri yang membacakan isi materi dibanding guru.
3.6.2        Kegaduhan peserta didik dalam proses pembelajaran harus lebih diawasi lagi, agar minat belajarnya tidak melebihi dari perencanaan guru.
3.6.3        Pemahaman psikologi anak didik yang dihadapi sangat diperlukan untuk mengetahui keinginan serta kemampuan peserta didik.
3.7      SITUASI WAKTU PELAKSANAAN PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)
Program ini dilaksanakan di MA DDI Lil-Banat Parepare yang dilaksanakan kurang lebih selama 2 bulan yang dimulai pada tanggal 03 oktober  s/d 05 Desember 2016. Dalam kegiatan praktek pengalaman lapangan (PPL) ini, peserta ppl diwajibkan melaksanakan 9 kali pertemuan dengan 9 RPP. Dalam pelaksanaan ini, penulis selaku peserta PPL diberikan kesempatan mengajar pada kelas yang di sesauikan dengan materi yang akan disampaikan dengan jumlah 4 ruangan. adapun waktu mengajar dan materi yang di ajarkan terlampir dalam laporan ini.
3.7.1 Tabel. Jadwal Kegiatan Pembelajaran
No
Hari/ Tanggal
Jam
Jenis Kegiatan
Guru pamong
1
Senin, 10 Oktober 2016
10.40-12.10
Mengajar di Kelas X.I
Jamaliah, S.Ag
2
Senin, 10 Oktober 2016
13.00-14.30
Mengajar di Kelas XI IPA
Jamaliah, S.Ag
3
Selasa, 11Oktober 2016
07.20-08.50
Mengajar di Kelas XII IPS
Dra. Nurhidayah Latif
4
Sabtu, 15 Oktober 2016
07.20-08.50
Mengajar di Kelas XII IPA
H. Syamsuar Basri. Lc
5
Sabtu, 15 Oktober 2016
10.40-12.10
Mengajar di Kelas XI IPA
Hasdawati, S.S, M.Pd.i
6
Selasa, 18Oktober 2016
07.20-08.50
Mengajar di Kelas XI IPA
Dra. Nurhidayah Latif
7
Sabtu, 22 Oktober 2016
07.20-08.50
Mengajar di Kelas XI IPA
H. Syamsuar Basri. Lc
8
Sabtu, 22 Oktober 2016
10.40-12.10
Mengajar di Kelas XI IPA
Hasdawati, S.S, M.Pd.i
9
Senin, 24 Oktober 2016
07.20-08.50
Mengajar di Kelas X.I
Hasdawati, S.S, M.Pd.i

BAB IV
PERMASALAHAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) DAN PENDEKATAN PEMECAHANNYA
4.1   PERMASALAHAN PPL
Dalam hidup ini, seorang manusia tidak pernah luput dari yang namanya permasalahan. Ketika apa yang diinginkan sangat berbeda dengan faktanya maka timbullah suatu permasalahan. Begitu pula yang tengah dirasakan oleh Penulis yaitu ada beberapa permasalahan yang dihadapi selama pelaksanaan PPL ini, baik itu permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa dari dalam dirinya sendiri maupun dari lokasi dan lingkungan yang ditempati oleh Penulis. Diantranya sebagai berikut :
4.1.1        Materi yang diberikan oleh pihak sekolah lumayan rumit untuk mengatur jadwal mengajar sebab penulis juga memiliki jadwal perkuliahan selain itu para peserta PPL yang bertugas di MA DDI Lil-Banat harus selalu melakukan komunikasi agar jadwal yang satu tidak bentrok dengan jadwal mengajar yang diambil oleh anggota lainnya.
4.1.2        Materi pembelajaran yang diberikan pihak sekolah menggali potensi ilmu penulis sebab harus mempelajarinya lebih dalam lagi dikarena tidak semua mata pelajaran sesuai dengan prodi penulis salah satunya mata pelajaran Pkn sehingga waktu penulis lebih banyak tercurahkan kepada PPL dan mengesampingkan tugas perkuliahan.
4.1.3        Kurangnya kegiatan ekstra dan administrasi yang diberikan dari sekolah sehingga banyak waktu luang yang dimiliki mahasiswa PPL tanpa melakukan aktifitas di sekolah tersebut.
4.1.4        Adanya beberapa peserta didik yang tidak memiliki buku panduan.
4.1.5        Kemampuan peserta didik yang beraneka ragam dan dalam rentang perbedaan yang cukup jauh sering kali menyebabkan suasana kelas ribut.
4.2   PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH
Dalam mengatasi masalah-masalah yang muncul selama proses kegiatan PPL ini, Penulis melakukan beberapa pendekatan pemecahan masalah agar masalah ini tidak berlarut-larut dan dapat mempermudah jalannya Proses PPL ini. Diantaraya sebagai berikut :
4.2.1        Melakukan kerjasama dengan teman PPL agar meluangkan waktunya untuk kumpul di sekolah dan memperlihatkan jadwal masing-masing agar tidak terjadi bentrok jadwal mengajar.
4.2.2        Penulis mempelajari lebih dalam mengenai materi mencari dari berbagai sumber selain buku panduan yang diberikan oleh guru serta mencari fenomena yang bersangkutan dengan materi yang akan diajarkan.
4.2.3        Penulis lebih banyak duduk di kantor dan mendengar pembicaraan para guru, bila terlihat salah satu guru sibuk penulis mendekatinya dan meminta untuk kegiatan tersebut dilaksanakan oleh penulis seperti menstempel buku dana bos, dan menstempel kertas ujian. Sambil mendengar wejengan dari pendidik, serta solusi-solusi yang ditawarkan setelah lulus sarjana.
4.2.4        Penulis mengelola kelas dengan peserta didik yang tidak memiliki buku panduan untuk duduk bersama temannya yang memiliki. Serta sebagian dari itu pendidik meminta kelas lain yang memiliki buku untuk meminjamnya.
4.2.5        Mengatasi masalah  keempat ini, Penulis mengambil lagkah pemecahan dengan menggunakan metode yang menggali keatifan siswa, agar keributan yang tercipta dikelas menjadi keributan sebab mereka berlomba-lomba menjawab pertanyaan yang dilontarkan serta berlomba-lomba membacakan materi yang disampaikan oleh penulis.






















BAB V
PENUTUP
5.1   KESIMPULAN
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) telah memberikan banyak kontribusi bagi seluruh mahasiswa utamanya penulis dalam peningkatan kemampuan dan pengalaman untuk menjadi seorang tenaga pengajar yang handal dan mampu mengatasi masalah-masalah pendidikan yang dihadapi selama melakukan proses pembelajaran. Sebagai calon tenaga pendidik, perlu diberikan banyak bekal dan kompetisi yang sangat mendukung berupa pengalaman dalam beradaptasi dengan lingkungan madrasah dan beradaptasi dengan calon peserta didik yang akan dijumpainya kelak.
Dalam Praktik Pengalaman Lapangan, Penulis dihadapkan pada suatu permasalahan yang bersumber dari peserta didik tepatnya di MA DDI Lil-Banat Parepare dan dituntut untuk memecahkan permasalahan yang tengah dihadapi agar masalah-masalah seperti ini kelak akan menjadi suatu gambaran dalam mengatasi masalah peserta didik dan tidak mengalami kewalahan dalam permasalahan yang serupa.
Mengingat penting dan sangat bergunanya kegiatan seperti ini maka seluruh mahasiswa yang merupakan calon tenaga pendidik perlu mengikuti kegiatan seperti ini.



5.2   SARAN
Dalam Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan ini, tentunya mendapatkan hambatan dan pendukung dalam pelaksanaannya sehingga penulis berinisiatif untuk memberikan saran-saran yang dapat menjadi  pertimbangan untuk pelaksanaan PPL kedepannya yang lebih baik sebagai berikut :
5.2.1        Peserta Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) sebaiknya dibekali lebih banyak hal baik itu dari materi, metode, strategi dan hal-hal lain yang dibutuhkan sebelum dilepas ke lokasi PPL utamanya memperbanyak microteaching.
5.2.2        Peserta Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) seharusnya diberikan lebih banyak lagi kegiatan ekstra selain proses belajar mengajar agar Mahasiswa PPL mempunyai gambaran yang cukup tentang administrasi sekolah.
5.2.3        Jumlah Pertemuan dan durasi PPL dan proses belajar mengajar sebaiknya sedikit ditambah agar mahasiswa PPL lebih profesional lagi dalam mengajar.
5.2.4        Sebaiknya guru pamong dan dosen pembimbing memberikan arahan dan bimbingan lebih maksimal lagi serta melakukan komunikasi yang baik agar peserta PPL tidak kebingunan saat di lokasi karena berbeda dari yang diperkirakan.
5.2.5        Sebaiknya guru pammong memberikan materi yang sesuai dengan baground mahasiswa agar pengalamannya bersama dengan peserta didik lebih banyak untuk mengetahui kemampuan intelektual serta psikologisnya sehingga terjalin keakraban yang menyatuhkan silaturahim. Agar mahasiswa mampu mengukur kemampuannya dalam mengajar.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar